Saat berkunjung ke Yogyakarta, agenda wisata rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi kuliner khasnya. Bukan cuma gudeg, Jogja menyimpan banyak menu legendaris yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan masih diburu sampai sekarang. Dari makanan berat sampai jajanan pasar, masing-masing punya cerita dan rasa yang bikin kangen.
Berikut beberapa makanan khas Jogja yang bisa kamu jadikan list wajib saat liburan.
1. Gudeg, Ikon Utama Jogja
View this post on Instagram
Kalau bicara kuliner Jogja, nama pertama yang muncul tentu saja gudeg. Makanan ini terbuat dari nangka muda yang dimasak lama dengan santan dan bumbu khas, menghasilkan rasa manis gurih dengan tekstur lembut. Biasanya gudeg disajikan dengan nasi, ayam kampung, telur, tempe, tahu, dan sambal krecek yang pedas ringan.
Gudeg sendiri punya berbagai “aliran” ada yang kering, ada yang lebih basah dan beberapa penjualnya sudah buka sejak puluhan tahun lalu, dilabeli sebagai gudeg legendaris oleh banyak wisatawan. Mencoba gudeg langsung di Jogja akan terasa berbeda dibanding mencicipinya di kota lain. Kamu bisa berwisata gudeg di area Jl. Wijilan, Panembahan, Yogyakarta.
2. Brongkos, Kuah Legendaris dengan Kluwak
View this post on Instagram
Brongkos adalah masakan berkuah santan pekat yang berisi daging sapi, tahu, kacang tolo, dan bumbu kluwek yang membuat warna kuahnya cenderung gelap. Rasanya gurih, sedikit manis, dengan aroma rempah yang kuat dan karakter khas dari kluwak. Sekilas mirip rawon, tapi bumbu dan isiannya membuat brongkos punya identitas sendiri.
Menu ini sudah lama jadi kuliner jadul favorit di Jogja, biasanya disantap sebagai makan siang atau malam. Banyak warung brongkos legendaris yang tetap bertahan sampai sekarang dan sering penuh di jam makan. Kamu bisa mencoba brongkos legend di Jl. Gading No.2, Patehan
3. Bakmi Jawa, Hangatnya Malam Jogja
View this post on Instagram
Bakmi Jawa atau bakmi Jogja identik dengan kuah kaldu yang gurih dan dimasak menggunakan anglo (tungku arang). Proses memasaknya yang masih tradisional membuat rasa dan aromanya sangat khas. Ada dua versi populer: bakmi godog (rebus) dan bakmi goreng, kadang juga ada nasi goreng dengan bumbu yang sama.
Warung bakmi Jawa legendaris di Jogja biasanya baru buka sore hingga malam. Menunggu giliran di warung kecil, duduk lesehan atau di kursi sambil merasakan asap dari dapur adalah bagian dari pengalaman kuliner itu sendiri.
4. Sate Klathak, Sederhana tapi Melegenda
View this post on Instagram
Sate klathak adalah sate kambing khas daerah selatan Jogja dengan tampilan sangat sederhana: potongan daging kambing ditusuk dengan jeruji besi, hanya dibumbui garam dan sedikit rempah, lalu dibakar sampai matang. Disajikan dengan kuah gulai dan kadang nasi hangat.
Yang membuatnya istimewa adalah daging yang tebal, empuk, dan rasa asli kambing yang tidak tertutup bumbu berlebihan. Beberapa penjual sate klathak sudah ada sejak lama, dikenal sebagai tempat makan legendaris yang ramai terutama di malam hari. Kamu bisa mendapatkannya di sepanjang area Jl. Imogiri Timur Jogja.
5. Oseng Mercon, Pedasnya Bikin Nagih
View this post on Instagram
Untuk pecinta pedas, oseng mercon adalah kuliner yang wajib dicoba. Menu ini biasanya terdiri dari koyor, daging, dan tetelan sapi yang dimasak dengan sangat banyak cabai rawit. Pedasnya bukan sekadar “pedas biasa”, tapi pedas yang benar-benar menantang.
Oseng mercon dikenal sebagai salah satu menu jadul yang bertahan dan makin populer karena karakter rasanya yang ekstrem. Cocok untuk lauk makan malam, dinikmati bersama nasi putih hangat.
6. Jajanan Pasar Legendaris: Lupis, Kipo, dan Jadah Manten
View this post on Instagram
Selain makanan berat, Jogja punya jajanan pasar tradisional yang rasanya klasik dan banyak yang sudah dijual turun-temurun.
- Lupis
Jajanan dari beras ketan yang dikukus, biasanya dibentuk segitiga atau silinder, disajikan dengan parutan kelapa dan gula merah cair yang kental. Teksturnya lembut, manisnya pas, dan sering habis sejak pagi di beberapa penjual legendaris. - Kipo
Kue kecil khas Kotagede yang terbuat dari tepung ketan berisi parutan kelapa dan gula jawa, dipanggang di atas tungku kecil. Bentuknya mungil, aromanya wangi, dan sering disebut-sebut sebagai jajanan jadul yang hanya benar-benar “terasa Jogja”-nya kalau dibeli langsung di daerah asalnya. - Jadah Manten
Jajanan ketan yang diuleni dengan santan dan garam, diisi suwiran daging (ayam atau sapi), lalu dijepit dan dibakar. Rasanya gurih, sedikit smoky, dan biasanya muncul di acara-acara tertentu atau di penjual tradisional yang tidak terlalu banyak.
7. Gatot, Tiwul, dan Geblek: Rasa Desa yang Autentik
View this post on Instagram
Buat kamu yang ingin merasakan sisi lain kuliner Jogja yang sangat sederhana tapi penuh cerita, tiga nama ini wajib dicatat.
- Gatot
Terbuat dari singkong yang difermentasi, dikukus, lalu disajikan dengan parutan kelapa dan gula merah. Dulu identik sebagai makanan desa, kini banyak dicari sebagai kuliner nostalgia. - Tiwul
Makanan berbahan dasar gaplek (singkong kering), dikukus dan biasanya diberi gula merah atau dijadikan nasi tiwul. Dulu dikenal sebagai pengganti nasi di beberapa daerah, sekarang jadi makanan tradisional yang dicari wisatawan. - Geblek
Jajanan goreng dari tepung tapioka dengan rasa gurih dan bumbu bawang yang khas. Bentuknya melingkar-melingkar putih, paling enak disantap hangat dengan sambal atau cabai.
8. Yangko, “Mochi”-nya Jogja
View this post on Instagram
Yangko adalah kue tradisional berbahan tepung ketan dengan tekstur kenyal dan isian kacang manis. Banyak yang menyebutnya mirip mochi, tapi dengan sentuhan lokal yang khas. Yangko banyak ditemukan dalam bentuk kotak kecil berwarna-warni, cocok sebagai camilan maupun oleh-oleh.
Beberapa produsen yangko di Jogja sudah beroperasi sejak lama dan menjadi rujukan utama wisatawan saat ingin membawa pulang rasa tradisional kota ini.
9. Wedang Ronde & Wedang Tahu, Penghangat Malam Jogja
View this post on Instagram
Malam di Jogja identik dengan minuman hangat di angkringan atau warung kaki lima, dan dua menu ini termasuk yang paling legendaris.
- Wedang Ronde
Berisi bola-bola ketan berisi kacang, disajikan dengan kuah jahe hangat, potongan roti tawar, kacang tanah, dan kadang kolang-kaling. Cocok diminum malam hari, apalagi saat musim hujan. - Wedang Tahu
Perpaduan tahu sutra yang lembut dengan kuah jahe manis hangat. Teksturnya unik, rasanya menenangkan, dan termasuk minuman tradisional yang sudah jarang ditemui di kota lain.
Biar Liburan ke Jogja Terasa Lengkap
Liburan ke Jogja terasa lengkap saat setiap suapan kuliner legendarisnya berpadu dengan tempat istirahat yang tepat. Menu jadul seperti gudeg, brongkos, hingga jajanan pasar seperti kipo dan lupis adalah bagian dari “cerita Jogja” yang wajib Anda masuki dalam itinerary.
Agar eksplorasi rasa makin maksimal, Paku Mas Hotel hadir sebagai "Rumah Anda di Jogja" yang strategis menjangkau berbagai titik kuliner tersebut. Dengan konsep Javanese heritage dan suasana taman yang rindang, hotel ini memberikan kehangatan khas Yogyakarta untuk Anda beristirahat setelah seharian berburu kuliner.
Nikmati pengalaman menginap yang autentik di tengah kota dengan suasana kayu yang etnik dan tenang. Amankan rencana liburan dan kulineran Anda dengan memesan kamar langsung.
Informasi & Reservasi
📞 +62 818 489 089 | 🌐 www.pakumas.com
📍Jl. Nogopuro No.35, Ambarukmo, Yogyakarta



