Banyak kota menawarkan wisata, tapi hanya sedikit yang bisa menggabungkan suasana religius, budaya, dan keramahan lokal sekuat Yogyakarta. Ramadan di Jogja bukan cuma soal berburu takjil, tapi juga merasakan bagaimana kota ini “menyambut” setiap tamu layaknya keluarga sendiri.
Mengapa Liburan ke Jogja Saat Ramadan?
- Suasana kota lebih syahdu, dengan aktivitas religius yang hidup di kampung-kampung dan masjid, tapi tetap ramai oleh wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Jogja.
- Pilihan destinasi ngabuburit sangat banyak, dari area kota, pantai, bukit, hingga kampung Ramadan yang dikelola warga secara gotong royong.
- Kuliner khas Ramadan mudah ditemukan, dari takjil tradisional di pasar sore sampai paket buka puasa di kafe-kafe modern dan hotel.
Buat keluarga, pasangan, maupun solo traveler, Ramadan di Jogja bisa jadi momen liburan yang tetap santai tapi terasa lebih bermakna.
Tempat Wajib Dikunjungi Saat Ramadan di Jogja
1. Malioboro & Titik Nol Kilometer
View this post on Instagram
Malioboro adalah ikon yang hampir selalu masuk daftar kunjungan, termasuk saat Ramadan. Menjelang sore hingga malam, kawasan ini dipenuhi pengunjung yang berjalan santai, belanja oleh-oleh, dan mencicipi jajanan kaki lima sebelum atau setelah buka puasa.
Tidak jauh dari situ, Titik Nol Kilometer juga ramai dengan aktivitas warga dan wisatawan, dari musisi jalanan sampai komunitas yang berkumpul sambil menunggu adzan magrib. Setelah tarawih, area ini jadi salah satu spot favorit untuk sekadar menikmati suasana kota.
2. Kampung Ramadhan Jogokariyan
View this post on Instagram
Kampung Ramadhan Jogokariyan sudah lama dikenal sebagai salah satu pusat wisata Ramadan di Jogja, dengan masjid sebagai pusat kegiatan dan ratusan pelaku UMKM yang terlibat. Setiap sore, kawasan ini berubah jadi pasar Ramadan besar dengan pilihan takjil, makanan berat, dan berbagai kegiatan sosial-keagamaan.
Di sini, kamu bisa berbuka bersama di area kampung, mengikuti kajian, sekaligus merasakan kuatnya budaya gotong royong warga dalam menyambut tamu dari berbagai daerah. Suasananya padat tapi hangat, cocok untuk yang ingin merasakan vibe Ramadan yang benar-benar hidup.
3. Masjid Bersejarah: Kauman, Kotagede, dan Sekitarnya
View this post on Instagram
Buat kamu yang suka wisata religi dan sejarah, beberapa masjid di Jogja ini wajib dipertimbangkan:
- Masjid Ageng Kauman di dekat Keraton, sering jadi titik kumpul warga dan jamaah menjelang buka dan tarawih, sekaligus dekat dengan kawasan heritage pusat kota.
- Masjid Gedhe Mataram Kotagede dan masjid di kawasan Pakualaman, menawarkan nuansa klasik dengan lingkungan kampung tua yang kaya sejarah.
Salat di masjid-masjid ini sambil menikmati arsitektur tradisional dan suasana kampung tua memberi pengalaman Ramadan yang berbeda dibanding kota-kota besar lain.
4. Alun-Alun Kidul dan Kawasan Kota
View this post on Instagram
Alun-Alun Kidul menjadi salah satu spot ngabuburit favorit karena kombinasi kuliner, jajanan kaki lima, dan aktivitas hiburan murah meriah. Menjelang buka, banyak keluarga dan anak muda yang menghabiskan waktu dengan berkeliling, mencoba permainan, atau sekadar duduk menikmati suasana.
Setelah tarawih, area ini tetap hidup dengan lampu warna-warni dan sepeda hias yang unik, cocok untuk mengakhiri hari dengan cara yang santai.
5. Spot Ngabuburit dengan Pemandangan Alam
View this post on Instagram
Kalau kamu tipe yang suka senja dan view terbuka, Jogja juga punya banyak pilihan:
- Candi Ijo dan Bukit Bintang, menawarkan pemandangan senja dan citylight Jogja yang indah, sering jadi lokasi ngabuburit sambil menikmati udara sejuk.
- Pantai seperti Parangtritis, Depok, hingga Pandansimo yang menghadirkan suasana matahari terbenam sambil menunggu waktu berbuka.
Beberapa tempat menyediakan kafe atau warung dengan paket buka puasa, sehingga kamu bisa langsung menikmati hidangan ketika adzan berkumandang.
Rekomendasi Hotel untuk Menginap Saat Liburan Ramadan di Jogja
Setelah seharian keliling kota, pilihan hotel akan sangat menentukan seberapa nyaman liburanmu, apalagi saat sedang berpuasa. Idealnya, kamu mencari hotel yang:
- Lokasinya strategis, mudah menjangkau area kota, Malioboro, hingga pusat-pusat Ramadan.
- Suasananya tenang dan homey, jadi tempat pulang yang benar-benar bisa dipakai istirahat setelah tarawih dan sahur.
- Fasilitasnya mendukung keluarga dan rombongan, seperti area makan yang nyaman, kolam renang, ruang terbuka, dan ruang meeting jika ingin buka bersama atau acara komunitas.
Salah satu opsi yang memenuhi tiga kriteria ini adalah Paku Mas Hotel, hotel Javanese heritage bintang tiga yang sudah berdiri puluhan tahun di kawasan Jalan Laksda Adisucipto / Nogopuro, dekat area Ambarrukmo. Hotel ini mengusung konsep “Rumah Anda di Jogja”, dengan kamar bernuansa bata dan furnitur kayu etnik, taman rindang, kolam renang outdoor, area makan, dan fasilitas parkir yang luas.
Letaknya yang strategis di tengah kota memudahkan kamu menjangkau Malioboro, Titik Nol Kilometer, Kraton, hingga kampung-kampung Ramadan di berbagai penjuru kota dengan kendaraan. Untuk informasi lebih lengkap dan pemesanan kamar selama Ramadan, kamu bisa mengakses website resminya di www.pakumas.com
Informasi & Reservasi
📞 +62 818 489 089 | 🌐 www.pakumas.com
📍Jl. Nogopuro No.35, Ambarukmo, Yogyakarta




